Skip to main content

Sepotong singkong 1


Si miskin itu sekarang jadi orang yang berkelimpahan harta memiliki tanah dimana-mana. Rumah yang besar. Bolak-balik Indonesia - Saudi Arabia menunaikan ibadah haji dan umroh. Bisa zakat dan infaq serta sodaqoh sampai ratusan juta rupiah setiap tahun. Beruntung benar dia, ternyata sujudnya telah meninggikan derajatnya.

Seperti biasa sore itu di TPQ Al Muallimin Kebondalem Pemalang Arul bersama teman-temannya menunggu dengan setia cerita terbaru dari ustadz Hadzal.
“Siapa yang kepengin jadi orang kaya?” Tanya ustadz Hadzal mengawali komunikasi dengan santri.
“Sayaaaaa” serentak mereka menjawab dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi, seakan tidak ada yang mau kalah satu dengan lainnya.
“Baiklah, saya berdo’a semoga yang ada di sini menjadi anak-anak yang sukses dunia dan sukses juga di akhirat kelak. Kalian mau dengar cerita dari ustadz? Tanya ustadz Hadzal
“Mauuuu” sahut mereka dengan semangat
“Kalau mau, atur tempat duduk kalian masing-masing, tenang jangan ada yang cerita sendiri. Sepakat?” kata ustadz Hadzal
Serentak mereka menjawab,”sepakaat”.

Sore itu desa kebondalem terasa sepi, maklum curahan air hujan yang begitu deras membuat orang enggan untuk keluar, apalagi jalanan becek banyak lobang di sana-sini tergenang air hujan. Yang membuat sebel, kalau sedang enak-enak lagi jalan ada kendaraan yang tidak sopan tancap gas sehingga airpun muncrat ke mana-mana sampai mengenai sekujur tubuh.
Di tengah derasnya hujan terlihat seorang yang tertatih-tatih berjalan menelusuri jalan desa. Pakaiannya sudah tidak layak dipakai, compang-camping dan membawa gombal yang berisi perbekalan nampak ia menghampiri rumah demi rumah untuk meminta sedekah. Dia terus menerobos dinginnya guyuran air hujan yang belum tahu kapan akan berhenti. Dari kejauhan nampak anak-anak bermain sepakbola di jalanan berlari kesana kemari tidak menghiraukan keselamatan. Di sebuah rumah megah terlihat mobil sport mitshubisi pajero terparkir dengan gagahnya di dalam ruang samping. Nampak dia sedang mengetuk-ketuk pintu gerbang berkali-kali.
Sementara di dalam rumah megah itu Armendo sang pemilik rumah sedang santai bersama anak dan istrinya di ruang tengah. Sambil menonton tayangan televisi sebagai media hiburan saat ini. Sambil menyantap camilan dan seruputan teh hangat, mereka bercengkerama sehingga tak mendengar suara dari luar rumah.
“Mohon ma’af tuan Armendo, sepertinya di luar ada tamu”. Kata Poniem sang pembantu rumah tangga yang tiba-tiba muncul dari belakang rumah.
“Siapa? Disilakan saja duduk di kursi depan teras rumah.” Sahut pak Armendo
“Baik tuan” Kata Poniem sambil melangkahkan kaki menuju keluar rumah.
“Ya sebentar”sahut Poniem sambil membukakan pintu gerbang rumah.
“Assalamu alaikum.” Kata orang itu beruluk salam
“Waalaikumus salam, ada keperluan apa ya?” sahut Poniem sambil memandangi orang itu dari ujung rambut sampai ujung kaki penuh rasa iba.
“Namaku Marda seorang peminta-minta, maksud dan tujuanku ke sini adalah minta sekedarnya uang atau makanan.” Jawab Marda sang pengemis itu.
“Silakan duduk dulu di teras, biar kupanggilkan dulu tuan yang punya rumah ini.” Kata Poniem
“Baik bu, terima kasih.” Sahut Marda sambil terbungkuk berjalan menuju teras rumah.
“Yang datang Marda seorang pengemis tuan” kata Poniem kepada Tuannya.
“Suruh pergi saja, gak ada budget buat pengemis!” kata tuan Armendo
“Tapi tuan, kasihan dia. Kayaknya kelaparan apalagi badannya basah kuyup kedinginan, dia sudah lanjut usia tuan”. Sahut Poniem berusaha memberi penjelasan kepada tuannya.
“Dia kan bukan apa apanya aku, anak dia kemana? Kalau kamu kasihan ya sana kamu saja yang ngasih. Tapi ingat loh, jangan sampai kamu ambil makanan dari rumah ini!” kata Armendo
Dalam hati Poniem berkata, “Pelit kok dipelihara, memang dia gak tau teori roda apa. Sekarang dia di atas angin suatu ketika bisa saja dia dikolong meja.”
Poniem bergegas keluar, disana Marda sedang menunggu dengan badan menggigil kedinginan, Poniem mengeluarkan uang recehan dari dalam lipatan bajunya dan memberikannya kepada Marda.
“Pak Marda, kami mohon maaf kebetulan tidak ada makanan yang bisa santap, ini hanya sekedar uang untuk bisa dibelikan minuman dan cemilan.” Kata Poniem
“Terima kasih, tapi saya butuh inapan, kebetulan rumah saya jauh dari sini badanku juga gak kuat lagi jalan jauh, kalau ibu berkenan bolehkah aku menginap di rumah ini?” iba sang pengemis itu.
“Waduh pak Marda, saya gak berani ngomong sama juragan saya, bakalan marah besar dia, tadi tuan berpesan agar pak Marda pulang saja.” Kata Poniem
“Tolonglah bu, yang penting ibu ngomong saja sama tuan kamu. Kalau ternyata dia tidak berkenan ya sudah.” Pinta pak Marda
“Baiklah pak Mar, akan segera saya sampaikan kepada juragan.
“Saya kan sudah bilang tadi, suruh pergi pengemis itu, kok malah mau nginep. Sudah sana kamu suruh pulang dia.” Perintah tuan Armendo
“Baik tuan sekalian saya juga pamit mau pulang.” Kata Poniem sekaligus berpamitan pulang
“Bagaiman bu? Boleh gak saya nginep di sini?” tanya Marda kepada Poniem
“Dia tidak berkenan pak, kalau bapak mau silakan nginep di rumahku, kebetulan rumahku ada kamar kosong. Walaupun rumahku gubuk reot. Tapi lumayan bisa melindungi kita dari guyuran air hujan.” Kata Poniem menawarkan
“Baiklah kalau begitu saya nginep di rumah ibu, suami ibu di rumah? Ibu punya anak gak?” tanya pak Marda
“Suami ada di rumah. Dia sedang demam jadi gak berangkat kerja hari ini. Anakku sedang kuliah di Semarang. Dia juga bekerja di sana ya maklum kalau tidak begitu tentu berat untuk kuliah.” Jawab Poniem
Poniem segera bergegas mengajak pak Marda ke rumahnya kebetulan hujan sudah mulai mereda. Dan ternyata rumah Poniem hanya bersebelahan dengan rumah tuannya tempat ia bekerja.
“Ini rumah kami, mudah-mudahan bapak berkenan, silakan masuk.” Kata Poniem
“Assalaamu alaikum.” Kata pak Marda
“Waalaikum salam.” Jawab Sadli suami Poniem dari dalam kamar.
Sadli bekerja sebagai seorang kuli bangunan, ia adalah suami yang bersahaja. Kehidupannya pas pasan. Kalau dia sakit maka pemasukan juga berkurang.
“Silakan masuk.” Kata Sadli yang nampak keluar dari kamarnya.
“Bang ini Marda beliau dari desa yang jauh dari sini kebetulan tadi saya ketemu di rumah tuan Armendo. Dia butuh tempat untuk menginap. Tuan Armendo tidak berkenan memberi tempat. Langsung saja saya ajak pak Marda ke sini.” Cerita Poniem singkat
“Ooh..begitu, ya sudah kamu nginep di sini saja kebetulan ada kamar kosong, anak kami tidak di rumah. Pak Marda bisa menempati kamar itu, tapi harap maklum beginilah gubuk kami bagaikan langit dan bumi dengan rumah sebelah, maksudnya rumah tuan Armendo, pak Mar bisa mandi dulu terus ganti pakaian, tentu pakaian pak Mar basah semua. Nanti ambilkan bajuku di lemari ya bu.” Kata Sadli
“Ya pak, sebentar saya siapkan minum dulu buat pak Mar.” Kata Poniem
“Waah, biasa saja pak, gak perlu berlebihan begitu. Saya jadi gak enak.” Jawab pak Marda
“Tamu buatku adalah raja yang perlu penghormatan.” Sahut Sadli
“Silakan pak Mar, bisa ke belakang ini pakain dan handuknya.” Kata Poniem sambil memberikan baju dan celana milik suaminya.
Sembari menunggu pak Marda membersihkan badannya Poniem menyiapkan teh hangat dan sepotong singkong untuk jamuan tamunya. Poniem dan suaminya memang sudah dua hari terakhir ini sedang kekurangan sehingga mereka hanya menggunakan singkong untuk dimakan. Dan persediaan singkong hari itu tinggal sepotong dan mereka rela tidak makan demi tamunya.
Pak Marda pun selesai membersihkan badannya setelah itu mereka bertiga berbincang di ruang tengah sambil menikmati teh hangat. Ditemani temaram lampu minyak mereka melewati malam itu dengan keakraban.
“Silakan singkong rebusnya dimakan walaupun tinggal sepotong, karena kami hanya punya itu.” Kata Sadli sambil menyodorkan piring seng berisi sepotong singkong kepada pak Marda.
“Terus buat kalian mana?” tanya pak Marda
“Sudahlah makan saja, kami sudah biasa makan singkong, besok saya ambil lagi lebih banyak kebetulan samping rumah ada kebun yang saya tanami singkong.”
Tak butuh waktu lama singkong tersebut dilahap habis oleh pak Marda. Nampak kalau perutnya kosong melompong. Sambil menyeruput teh hangat yang telah disediakan mereka berbincang panjang lebar sehingga tak terasa kalau malam semakin larut saja.
Akhirnya mereka bertiga melangkah ke peraduan masing- masing. Mata mereka sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Pak Marda menempati kamar depan sementara itu Sadli dan istrinya berada di kamar belakang. Suara jangkrik serta katak mengorek secara bergantian serasa di sebuah kontes lomba paduan suara. Mereka mengiringi jiwa yang sedang terlena dengan sentuhan nada dan irama harmonis yang mengalun sepanjang malam yang diselimuti dingin. Dengkuran pak Marda seakan menggambarkan begitu capeknya dia setelah seharian berjalan dalam jarak yang lumayan jauh. Malam semakin larut saja suara jangkrik menjelma menjadi suara kokokan ayam tanda malam berganti pagi sekitar jam 00.30 pagi sepasang suami istri terusik dan terbangun dari tidurnya.

Bersambung......

Dikutip dari : Buku Tehpoci Gulabatu

Comments

Popular posts from this blog

Techniques to Earn Money with Affiliate Marketing

In today's digital world, there are countless ways to earn money online, and affiliate marketing is one of them. Affiliate marketing is a popular way to earn a commission by promoting other people's or company's products. As an affiliate marketer, you can earn money without creating your own product or service. In this article, we'll discuss some easy techniques to earn money with affiliate marketing. Choose a Niche Choosing the right niche is essential in affiliate marketing. Your niche should be something you are interested in and knowledgeable about. You should also choose a niche with a high demand and low competition. The more targeted your niche, the easier it will be to promote products to your audience. Find an Affiliate Program Once you have chosen your niche, the next step is to find an affiliate program. There are many affiliate programs available online, such as Amazon Associates, Clickbank, and ShareASale. Research the affiliate programs in your...

Motivasi Bisnis Ala Islam Untuk Wirausaha Muda

Muda berprestasi selalu berfikir untuk menjadi seorang wirausaha dengan motivasi yang sangat kuat dalam mewujudkan hal itu. Mendapat motivasi islami dalam berbisnis memang akan memudahkan perkembangan bisnis tersebut. Agama islam selalu mengajarkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan perintah serta menjauhi larangannya. Ketika seseorang berfikir tentang berwirausaha di dalam dirinya sudah terdapat motivasi yang sangat kuat untuk mewujudkan mimpinya. 

Masih bau kencur dah mau nikah, sekolah aja belon kelar

Ada ada aja sekarang ini mengenai nikah, kenapa begitu? Banyak sekarang anak muda yang ingin menikah meskipun usianya masih muda bau kencur. Tapi kenapa sie kalau masih bau kencur nggak boleh nikah? Karena nikah it u bakalan banyak sekali persyaratan dan tanggung jawabnya l ho ? Emang udah siap dan sanggu p dengan segala kewajibanya? Pastinya belum dong? Nikah itu tujuannya untuk ibadah, tapi kalo kamu belum cukup umur dan juga jasmani dan rohani ya nggak usah dari pada semuanya nggak berjalan sesuai apa yang kamu dan pasangan inginkan.