“Maaf
masalahnya bukan ada atau tidak ada, saya baca di beberapa situs maupun dikoran
bahwa ada seorang menteri yang “nesu” karena pidatonya ditandingi dengan suara
adzan yang dikumandangkan bersamaan dengan pidato sang menteri”. Jelas wanoreh
seorang pemuda lajang yang rajin membuka internet dan hobi baca.
“Wah kalau itu
sih bukan ekstrim lagi, tapi “kualat”. Apa dia tidak sadar sedang bersaing
dengan siapa? Kumandang adzan boleh dari suara rakyat jelata. Tapi hakekatnya
itu kan suara Allah Subhanahu wata’ala yang sedang menyeru hambanya untuk
menunaikan kewajiban sholat, sama Allah kok ya ngelawan, kalau ada
istilah yang lebih kasar dari kualat terus apa coba?” tarjo pun yang dari tadi
mengepulkan asap rokok tergoda untuk menanggapi berita tersebut.
Tak lama
kemudian Bedul muncul membawa tehpoci gulabatu yang telah dipesan, dan
mempersilahkan pelanggan pelanggannya untuk minum, “silakan diminum
tehpocinya.”
Bau harum
semerbak meyebar keseluruh bagian ruangan, bercampur dengan aroma rokok yang
mengepul bagaikan kereta api jaman kompeni belanda. Tanpa dikomando pembicaraan
mereka sejenak terhenti dengan sendirinya.
“Waah segerr
banget. Enak benerr orang hidup, bodoh kalau orang hidup tidak bersyukur.”
Sambil menyeruput tehpoci buket atau istilahnya wasgitel Tarjo menikmatinya
sambil sesekali mendekatkan batang rokoknya yang menyala kemulut.
“Walaupun kita
sudah terbiasa dengan sholat berjamaah, hati-hati jangan sampai kita ujub.
Boleh kita berusaha jadi orang baik diatas orang lain. Tapi ingat! Jangan
sekali-kali merasa diri kita lebih baik dari orang lain.” Tiba-tiba saja man
Draup berceloteh mengingatkan sahabat-sahabatnya yang notabene umur mereka
lebih muda dari usianya.
“Bener
tuh kang, terkadang ujub itu perasaan yang sangat halus sampai yang terjangkit penyakit
ujub pun tidak merasakannya.” Sahut Bedul
Ya sudahlah mari kita nikmati hidup ini
tanpa perlu merasa lebih hebat lebih tekun ibadahnya dan hal-hal lain yang
mengindikasikan ujub maupun sombong, gak perlu ngomong orang lain yang penting
adalah memperbaiki diri, lebih spektakuler lagi jika kita bisa menginspirasi
orang lain yang berdampak pada perubahan dari jelek menuju sesuatu yang lebih
baik.” Tarjo menimpali pembicaraan.
Dari harumnya tehpoci dengan gulabatu
serta segarnya jeruk nipis yang menghiasi bibir gelas mungil dari tanah membuat
percakapan para penggila teh
menjadi “gayeng” dan yang jelas banyak sekali segi positif yang bisa kita ambil
dari pembicaraan santai mereka.
“Asyiiik… ada yang nge’edd nich.” Tidak
ada angin tidak ada badai tiba-tiba saja Wanoreh yang dari tadi utak utek
handphone kesayangannya, nylemong yang membuat bingung orang –orang di
sekitarnya.
“Ngomong apa tadi Wan? Nge’eh? kamu
kekenyangan ya, kok gak ke wc saja sekarang. Malah bilang asyik.” Sahut Tarjo
“Ha ha ha ha.. bukan nge’eh kang. Tapi
nge’add. Maksudnya saya baru saja dapat teman baru dari facebook gitu looh.”
jawab Wanoreh
“Ooh gitu toh.” Sahut Tarjo sambil
menggaruk –garuk rambutnya entah memang gatal atau gak paham.
“Gitu apa coba ?” Tanya Bedul
“Yaaa.. gitu dech.” Jawab Tarjo asal
Yuk
dihabiskan tehnya, kita kembali meneruskan kewajiban masing-masing, berapa
semuanya? Tanya man Draup
“Wah mau dibayar semua nich?” Tanya tarjo
“Ya
sudah sekalian semua saya bayar, Alhamdulillah hari ini ada rezeki lebih”.
Sahut man Draup.
Mereka pun segera bergegas keluar dari
dalam warung tersebut, dan menuju ketujuan masing-masing.
Comments
Post a Comment