Skip to main content

Tehpoci Gulabatu part 1


Kalau tehpoci gulabatu sudah di depan mata mereka, apalagi dibumbui dengan segarnya jeruk nipis yang menghiasi bibir gelas mungil yang terbuat dari tanah, maka perbincangan mereka menjadi “gayeng” lupa orang rumah, lupa hutang segunung, dan yang penting gak lupa daratan he he he…

Suasana siang yang sangat terik, keringatpun mengalir di sekujur tubuh. Mentari membakar badan kekar dan hitam legam man Draup (begitu orang memanggilnya) sambil mengayuh kendaraan khasnya roda tiga dengan body yang sangat variatif berkolaborasinya antara besi dan kayu seiya sekata selaras membantu tuannya mencari nafkah buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Orang menyebut kendaraan tersebut dengan sebutan becak, sebuah kendaraan yang bernasib malang karena telah diberangus habis oleh tentara satpol PP tanpa sisa dari ibu kota, tapi jangan khawatir, karena yang diceritakan bukan di Jakarta tapi di Pemalang jadi masih aman-aman saja nasib becak di sana.
Pak, sirandu !” tiba-tiba saja di tengah jalan seorang ibu dengan belanjaan menyetop man Draup.
Maaf bu, saya lagi mau istirahat dulu.” Sahut man Draup dengan tergesa-gesa seakan ada sesuatu yang sangat berharga menunggunya.
Kayuhan dari kaki yang masih terlihat kuat itu terus bergerak, becak pun melaju dengan kecepatan dua kali lipat dari biasanya. Setelah lama mengayuh Nampaklah di depan tepatnya sebelah kanan jalan ada pertigaan dan becak menikung  menelusuri jalan yang belum sempat direnovasi oleh pemda setempat yang dipenuhi dengan kerikil tajam dan sangat berdebu memaksa manDraup harus super hati-hati kalau tidak ingin ban becaknya bocor tertusuk kerikil yang dengan congkaknya berdiri menantang menghunuskan ujung runcingnya. sampailah ia di sebuah surau kecil berlokasi di persawahan luas. Ternyata waktu sudah mengharuskan man Draup untuk segera menunaikan sholat dhuhur.

Dari dalam brangkas becaknya man Draup mengambil sarung dan peci yang sudah ia persiapkan dari rumah. Setelah ambil air wudhu man Draup segera mengumandangkan adzan sebagai pertanda telah masuk waktu menunaikan sholat dhuhur.
Man Draup seorang muadzin dia sudah puluhan tahun menjaga waktu sholat di surau kecil tengah sawah tersebut. Walaupun dia bekerja sebagai tukang becak namun dia sangat menjaga waktu sholatnya. Dia tidak pernah merasa berat. Dia juga tidak pernah mengeluh atau menghawatirkan tentang rezeki, karena sesunggunya rezeki sudah diatur oleh Allah Subhanahu wata’ala, dan tidak akan tertukar dengan orang lain, walaupun begitu Dia tidak bermalas-malasan, karena ia memiliki keyakinan bahwa rezeki di tangan Allah tetapi kalau tidak kita ambil maka selamanya akan di tangan-Nya dan gak akan turun begitu saja, jadi tetap harus diperjuangkan. Man Draup adalah seorang yang memiliki keyakinan yang tinggi kepada Allah, kalau kita mau jaga sholat, maka tidak ada yang perlu dirisaukan, Allah yang akan menjaga kehidupan kita. Jaminan rezeki juga merupakan suatu keniscayaan bagi orang yang bertaqwa.
Surau yang letaknya jauh dari perkampungan dengan di kelilingi oleh rerimbunan pohon yang besar menambah kesejukan bagi orang singgah di surau itu. Kesejukannya sangat dimungkinkan karena surau adalah tempat berkomunikasinya manusia dengan Allah subhanahu wataala. Sehingga setiap hembusan nafas, butiran air yang jatuh dari langit serta sorotan sinar matahari, terdengar suara tasbih, tahmid, takbir dan kalimat toyibah yang lain sampai menelusup ke relung-relung hati hambanya yang rindu akan kesejukan jiwa.
Keberadaan surau ditengah lahan persawahan yang luas sangat membantu pejalan kaki maupun berkendara yang hendak melakukan sholat tanpa perlu berjalan berkilo kilo ke perkampungan.
Man Draup bukanlah satu-satunya orang yang menjadi jamaah tetap di surau tersebut. Wanoreh, tarjo, dan mogal adalah sahabat yang selalu menemani man Draup berjamaah.
Seusai sholat dhuhur man Draup dan ketiga sahabatnya tersebut biasa menghilangkan rasa lelahnya di warung bawah pohon asem disamping surau.
Kang Draup, jarang yah orang yang seperti kita.” Ceplos wanoreh
Memang kita kenapa Wan?” man Draup bertanya sambil berjalan menuju “rungwanom” maksudnya warung bawah sinom (daun asem)
Ya iyalah coba saja liat kebanyakan orang dengan kesibukannya, mereka banyak berdalih dan mengemukakan berbagai alasan untuk segera menunaikan sholat. Yang ada malah telinganya seperti disumpel, sehingga suara adzan yang berkumandang tidak didengar, justru kalau ada yang mengingatkan mereka bilang tanggung. Malah ada yang ekstrim loh.” Wanoreh sengaja memancing rasa penasaran para sahabatnya.
Tidak butuh waktu lama untuk bisa sampai rungwanom keempat orang tersebut sudah sampai di depan warung.
“Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.” Mogal mengucapkan salam mewakili ketiga sahabatnya kepada sang pemilik warung tersebut.
Wa’alikumus salam warohmatullahi wabarokaatuh waridhwaanuh” terdengar suara cempreng dari dalam warung wanom menjawab salam dengan lengkap. Dan tidak lama sesosok berbadan gendut keluar dari dapur warung.
Silakan duduk, mau pesan apa? Tehpoci semua, atau barangkali ada yang menginginkan kopi?” bedul sang pemilik warung menawarkan kepada mereka.
 Sambil duduk dan meraih rokok yang tersedia di meja Tarjo menjawab : “biasa.. semua tehpoci gulabatu dan jangan lupa kasih jeruk nipisnya ya.”
Siap ! segera laksanakan, sambil nunggu silakan mendoannya, blanggem, timus, jotosan, atau yang lain bisa disantap terlebih dahulu sebagai cemilan”. layaknya seorang salesman yang professional Bedul melancarkan strategi pemasarannya.
Oya, menyambung pembicaraan tadi, memangnya yang ektrims seperti apa dan siapa pelakunya?” ternyata mogal masih saja penasaran dengan pernyataan Wanoreh. 

Bersambung......

Comments

Popular posts from this blog

Techniques to Earn Money with Affiliate Marketing

In today's digital world, there are countless ways to earn money online, and affiliate marketing is one of them. Affiliate marketing is a popular way to earn a commission by promoting other people's or company's products. As an affiliate marketer, you can earn money without creating your own product or service. In this article, we'll discuss some easy techniques to earn money with affiliate marketing. Choose a Niche Choosing the right niche is essential in affiliate marketing. Your niche should be something you are interested in and knowledgeable about. You should also choose a niche with a high demand and low competition. The more targeted your niche, the easier it will be to promote products to your audience. Find an Affiliate Program Once you have chosen your niche, the next step is to find an affiliate program. There are many affiliate programs available online, such as Amazon Associates, Clickbank, and ShareASale. Research the affiliate programs in your...

Motivasi Bisnis Ala Islam Untuk Wirausaha Muda

Muda berprestasi selalu berfikir untuk menjadi seorang wirausaha dengan motivasi yang sangat kuat dalam mewujudkan hal itu. Mendapat motivasi islami dalam berbisnis memang akan memudahkan perkembangan bisnis tersebut. Agama islam selalu mengajarkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan perintah serta menjauhi larangannya. Ketika seseorang berfikir tentang berwirausaha di dalam dirinya sudah terdapat motivasi yang sangat kuat untuk mewujudkan mimpinya. 

Masih bau kencur dah mau nikah, sekolah aja belon kelar

Ada ada aja sekarang ini mengenai nikah, kenapa begitu? Banyak sekarang anak muda yang ingin menikah meskipun usianya masih muda bau kencur. Tapi kenapa sie kalau masih bau kencur nggak boleh nikah? Karena nikah it u bakalan banyak sekali persyaratan dan tanggung jawabnya l ho ? Emang udah siap dan sanggu p dengan segala kewajibanya? Pastinya belum dong? Nikah itu tujuannya untuk ibadah, tapi kalo kamu belum cukup umur dan juga jasmani dan rohani ya nggak usah dari pada semuanya nggak berjalan sesuai apa yang kamu dan pasangan inginkan.