Lanjutan .............
Mungkin
kejadian ini pernah juga ada ditempat lain, memang tingkah polah anak ada
banyak sekali factor yang mempengaruhinya, factor lingkungan di rumah disinyalir
paling
besar menyumbang terbentuknya pribadi anak, sehingga lingkungan sekolah yang
baik sangat membantu untuk bisa menekan laju pertumbuhan akhlak buruk anak-anak
kita.
“Yang saya
ceritakan ini kemungkinan besar pernah anda dengar, di
suatu desa minuman keras bukanlah hal yang asing dijumpai apalagi di
daerah pantura yang dekat dengan laut, minuman keras seperti minuman biasa
sehingga tempatnyapun tidak di botol lagi, namun di teko atau poci.
Tak ayal lagi
anak-anak usia sekolah sudah banyak yang mencicipi minuman beralkohol tersebut,
kalau sudah demikian lantas bagaimana? Mampukah sekolah menetralisir atau
bahkan menghentikan kebiasaan orangtua murid untuk tidak minum minuman yang
memabokkan tersebut?
Ini adalah PR
terberat bagi guru dengan lingkungan semacam ini. Yang jelas selagi para
pejuang pendidikan berangkat dengan niat tulus, bukan bekerja tapi berdakwah,
suatu ketika pasti akan berubah.
Terkadang
kita pesimis dengan guru-guru sekarang, mereka mengajar tetapi motivasinya
hanya kerja, he he.. saya juga guru loh.. tetapi tidak semua guru begitu,
banyak kok guru-guru yang baik, bahkan tidak kalah dengan Umar
Bakri, tetapi saya juga tidak menyalahkan sepenuhnya kepada guru yang
motivasinya hanya kerja, bagaimana tidak?! Pemerintah membuat aturan yang
“memaksa” guru seperti itu. Tuntutannya guru harus professional
yang diiringi dengan beraneka ragan produk undang-undang yang bernada “ancaman”
jauh dari tauladan.
Pikiran
hanya terfokus pada nasib guru secara pribadi, otomatis mereka menyelamatkan
pekerjaanya dengan seabrek tuntutan pemerintah sehingga untuk memikirkan siswa
jadi terbengkalai, menurut anda bagaimana ? tidak juga..atau ya juga...hehehe
Ya sudahlah,
sebagai abdi Negara guru hanya bisa menjalankan aturan yang ada. bagi guru
yang terpenting adalah mengajar dengan hati
dan selalu
“menjaga dan meluruskan niat”.
O ya, teringat
guru saya dulu, waktu masih duduk di Aliyah Negeri Pemalang. Beliau adalah guru
senior, sangking seniornya beliau tidak hafal nama-nama muridnya bahkan
suaranyapun gak kenal.
Beliau
mengajar sejarah Kebudayaan Islam nama beliau pak Idin (disamarkan). Di kelas
kami teman teman seringkali mengerjai pak Idin, terkadang saya juga kasihan sekaligus
juga takut dengan beliau. Beliau orangnya cuek tapi jangan coba-coba bikin
beliau kesel, bisa berabe !
Bermacam
karakter teman teman, yang menarik perhatian saya adalah ada teman yang selalu
ngantuk kalau diajar pak Idin, ada dua temen saya yang begitu, yaitu Dowi dan
Qulub ya merekalah yang selalu bertamasya di alam mimpi jika pelajaran pak Idin
dimulai.
Suatu ketika
ulangan lisan dan hafalan hadits terkait dengan sejarah islam. Pak Idin
tergolong orang yang tidak sabaran.
“siapakah tokoh
Islam
yang pertama kali menyelenggarakan peringatan maulid Nabi Muhammad Sollallahu
alaihi wasallam?” Beliau bertanya dengan kacamata di hidung sambil menyeleksi
nama-nama yang ada di buku daftar nilai untuk ditunjuk menjawab. “coba kamu
Dowi!”
Lama juga pak
Idin menerima jawaban dari Dowi, “bagaimana Dowi, bisa nggak? Begitu saja gak
bisa, memang kerjaanmu apa dirumah? Begitulah pak Idin walaupun beliau
berbicara, tetap saja hanya daftar nilai siswa yang dilihat.
Ruri teman
Dowi dengan cekatan menjawab,”Solahhudin Al Ayubi pak,”
“Nah
begitu….jawab saja kok pakai lama”. Begitulah pak Idin beliau tidak tahu kalau
yang jawab bukan Dowi. Ada yang tahu kenapa Dowi tidak menjawab? Yap! tidak
meleset jawabanmu, dia lagi berduet dengan Qulub menjelajah seantero jagad raya
mimpi. He he.. maaf ya kalau ada yang ngerasa.
Hafalan juga
begitu, “Qulub maju!”begitulah pak Idin memanggil untuk hafalan hadits kedepan
kelas.
Karena sudah
terbiasa maka Tauhid salah satu teman saya yang galing pintar tanpa basa basi
langsung maju karena melihat Qulub sedang terkapar tak berdaya akibat gempuran
bertubi-tubi yang dilancarkan oleh pasukan kantuk.
Seusai maju
tauhid ditanya siapa namamu?”
dengan
jantung berdegup kencang Tauhid menjawab dengan pelan, Qulub pak”.
“Siapa?” yang
kenceng, pak guru gak dengar!”
“Tauhid
pak!”.
“Oh..
Quluuuub.” Ya sudah sana duduk!”
Dengan
menghela nafas lega Tauhid duduk kembali di tempatnya semula.
yah..begitulah pak Idin dan
siswa Aliyah. gurunya cuek, siswanya usil, kalau begitu ada yang salah dong!
Siapa kira-kira? Kalau bisa jawab silakan jawab dalam hati, kalau terlalu sulit
nanti tanya saja sama ibu atau bapak kamu di rumah, dijadikan PR saja juga
boleh, karena waktunya dah mepet.
sumber : buku tehpoci gulabatu
sumber : buku tehpoci gulabatu

Comments
Post a Comment