Skip to main content

Memori Arimbi 2


Lanjutan ...............
Tak perlu menunggu lama, Ce-er pun dengan cekatan melaksanakan komando dari Mogal.
“Assalamu alaikum”, ertene diikuti klungce dan wanoreh datang dengan mata yang agak lembab akibat dari perjalanan yang cukup jauh di alam mimpi.
“Waalaikum salam, silakan bergabung kembali.”
Ada pesanan gal?” tanya erte
Ya ini ada pesenan kaos.” Jawab Mogal sambil memasang satu persatu kaos ke bidang triplek yang telah dioles dengan lem meja.
“Guprak!”, tiba-tiba saja terdengar suara yang membuat mereka kaget, tanpa dimayoret kontan saja mereka keluar melihat ada apa sebenarnya yang terjadi di luar.
Mas tolong aku”, dengan nafas tersengal-sengal sambil menangkap tangan ertene yang baru saja keluar, erte dan mereka pun bingung dan diliputi bertrilyun rasa penasaran yang siap untuk dijadikan soal pertanyaan(he he.. agak lebay)

Tenang, ada apa?, yuk masuk dulu ke arimbi,” ajak ertene
Silakan duduk, atur nafasmu lalu ceritakan, kamu siapa, dari mana, trus apa yang sedang kamu alami?” Tanya erte
Di dalam arimbi yang dipenuhi dengan bau khas obat-obatan sablon orang tersebut menceritakan duduk perkara yang dialami, ternyata dia sedang dikejar-kejar oleh kakaknya yang membawa gergaji untuk memotong lehernya.
Bukanya aku takut dengan kakakku, tapi aku sangat malu dengan masyarakat sekitar, agalagi keluargaku dikenal dari keturunan orang yang saleh, orangtuaku adalah seorang pemuka agama”. Tutur orang tersebut.
Maaf kalau boleh tahu siapa nama kamu?” Tanya Mogal.
Namaku saidun”. Jawab orang itu
Nama yang bagus, sesuai namamu orangtuamu menghendaki kau menjadi orang yang bahagia..” Ertene menimpali
Tapi hari ini seakan keceriaanku pudar, yang ada hanya kegelisahan”. Sahut saidun.
Saidun kembali bercerita tentang masalahnya kepada Mogal dan teman-temanya, ia bercerita bahwa kakaknya tidak setuju kalau saidun memiliki seorang pacar sebab dirinya saja belum ada satupun wanita yang mendekatinya.
“Ha ha ha ha.... mereka serentak tertawa mendengar penuturan dari saidun.
“Kenapa tertawa?” tanya saidun dengan wajah terbengong-bengong.
“Ya iyalah kami tertawa, bukan ngetawain kamu, tapi kakakmu itu loh. Masa adiknya laku dia malah sewot.” Jawab wanoreh yang dari tadi tampak serius mendengar cerita saidun.
“Ya begitulah kakakku, orangnya kaku, emosional gak seneng melihat adiknya bahagia.” Sahut saidun
“Assalamu alaikum..” tiba-tiba ada suara salam, dan yang mengherankan saidun mendadak gemetaran.
“Waalaikumusalaam...serentak mogal dan teman-teman menjawab salam. Nampak seorang dengan mata agak merah dan nafas agak sedikit tersengal terlihat gergaji tergengam di tangan kanannya.
“ Wah ini mungkin kakak saidun”, gumam mogal
“ Saidun! Ternyata kau sembunyi disini ya, tidak sopan kamu, ayo pulang!” bentak kakaknya.
“Sabar mas, tenang......, masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin, kalau dengan emosi yakinlah akan berakhir penyesalan, maaf bukan bermaksud mencampuri urusan kalian berdua. silakan duduk. Gak baik bicara sambil berdiri.” Erte mempersilakan kakak saidun untuk duduk.
“Baiklah, terima kasih telah mempersilakan aku duduk. Saidun, ayo pulang, kenapa tadi dipanggil kok malah lari, memang kenapa?” tanya kakak saidun
“Bagaimana gak lari, kakak bawa geraji. Kalau emang kakak gak terima aku punya pacar, ya sudah ! nggak perlu resek, rempong banget sich, ngapain kakak mau bunuh adiknya sendiri pakai geraji? Emang kakak pengen terkenal ya, masuk acaranya Bang Napi?” ujar saidu
“Ha ha ha..., kamu ini bagaimana sih, serem bangeeet. Begini loh.. bukannya aku tidak terima, kalau emang kamu punya pacar ya silakan saja, nggak ada yang larang, sehabis kamu cerita tentang pacarmu itu, karena kakak kira sudah selesai ceritanya, kakak ke dalam rumah nyari gergaji buat motong bambu yang kemaren dibeli ayah, kok kamu malah lari, aku pengin kamu itu ngebantu bikin pagar keliling rumah kita, makanya kakak ngejar kamu.” Kakak saidun sedikit memberi penjelasan kepada adiknya.
“Oo gitu ya kirain kakak mau motong leher aku”. Sahut saidun
“Ayam kaleee, ya sudahlah sekarang mari kita pulang. Bantu kakak, kemaren ayah pesen pagar rumah agar segera dibikin, kalau kamu bantu kan jadi cepet kelar, sekalian saya minta maaf sudah merepotkan kalian dan kami mohon diri.” Sambil menggandeng adiknya kakak saidun melangkah keluar Arimbi dengan uluk salam.
Mogal dan teman-temanya pun serentak menjawab salam dan kembali melakukan aktifitasnya seperti biasa setelah ada sedikit kesalahan teknis. He he he ..emang sound system...?!
“Nah begitu ceritanya, emang sih terasa hambar, tapi dari pada sepi gak ada yang dateng hari ini, emang pada kemana sich Kang Klung (Klungce)?” Ternyata Wanoreh yang dari tadi asyik cerita.
“Kagak tahu juga sih, yah.. mungkin karena hujan mereka jadi males ke sini.” Ujar Klungce
“Assalamu alaikum.” Tak lama ternyata muncul Mogal dengan tentengan kertas blanko undangan.
“Habis belanja ya kang?” tanya Wanoreh
“Ya begitulah, kemaren Mulyoto ke rumah minta tolong bikinin undangan buat pernikahannya.”
“Wah jadi nikah juga dia, padahal orangtua si Arti sudah menentang keras loh.” Kata Klungce
“Yaa begitulah jodoh, yang tahunan pacaran, eh Cuma satu jam hilang bagai debu tersapu angin. Yang ditentang begitu hebatnya oleh ortu, justru malah jadi. Namanya jodoh, adalah misteri dan rahasia Ilahi yang tak seorangpun mengetahuinya.” Sahut Mogal
“Ngemeng ngemeng jodoh, saya jadi kasihan sama si kumis ya, padahal umurnya sudah kepala empat.” Sambung Wanoreh
“Udahlah gak usah ngomong jauh jauh kamu sendiri gimana? Kok bisa kekasih hatimu bisa disamber orang ? tanya Klungce
“He he he itulah jodoh.” Jawab Wanoreh singkat
“Kamunya yang kurang tegas, harusnya begitu orang tua Iteng tanya langsung saja bilang siap.”
“Ya sudahlah Cee orang namanya sudah terjadi gak usah dibahas. Kayaknya cukup nich kang Cee, saya undur diri, gampanglah besok ketemu lagi, oya berapa semua? Tempe goreng satu, rokok satu batang, teh poci, teruus, udah kayaknya. O ya ada yang ketinggalan tambah satu batang korek api, he he he...”
“Lima ribu, untuk batang korek apinya saya kasih gratis ha...ha....ha” jawab klungce sambil mengambil cangkir dan poci bekas minum Wanoreh.
“Assalamu alaikum, wanoreh pun akhirnya berpamitan pulang sambil mengucap salam. Klungce secara otomatis menjawab uluk salam dari wanoreh pengusaha sukses menara 100watt.
“ Waduh, ada yang tersinggung nich.” Kata Mogal sambil memandang Wanoreh yang melangkahkan kakinya keluar warung.
“Biasa saja, Wanoreh emang orangnya gitu, dia gak akan tersinggung kok, dari tadi sebenarnya dia sudah mau pamit cuma lihat kamu datang jadi ditunda pulangnya.” Jawab Klungce
“Oo gitu ya, saya minta tehpocinya dong.”
“Baik saya bikinkan dulu, silakan camilannya dulu dipersilahkan untuk dinikmati.”
Dari luar warung terlihat dua orang berbincang antara Mogal ditemani Klungcee entah apa yang sedang diperbincangkan, yang jelas berbincang dengan ditemani tehpoci gula batu apalagi gerimis mengundang, menambah kehangatan dan romantisme suasana sore itu.

Dikutip dari : Buku Tehpoci Gulabatu


Comments

Popular posts from this blog

Techniques to Earn Money with Affiliate Marketing

In today's digital world, there are countless ways to earn money online, and affiliate marketing is one of them. Affiliate marketing is a popular way to earn a commission by promoting other people's or company's products. As an affiliate marketer, you can earn money without creating your own product or service. In this article, we'll discuss some easy techniques to earn money with affiliate marketing. Choose a Niche Choosing the right niche is essential in affiliate marketing. Your niche should be something you are interested in and knowledgeable about. You should also choose a niche with a high demand and low competition. The more targeted your niche, the easier it will be to promote products to your audience. Find an Affiliate Program Once you have chosen your niche, the next step is to find an affiliate program. There are many affiliate programs available online, such as Amazon Associates, Clickbank, and ShareASale. Research the affiliate programs in your...

Motivasi Bisnis Ala Islam Untuk Wirausaha Muda

Muda berprestasi selalu berfikir untuk menjadi seorang wirausaha dengan motivasi yang sangat kuat dalam mewujudkan hal itu. Mendapat motivasi islami dalam berbisnis memang akan memudahkan perkembangan bisnis tersebut. Agama islam selalu mengajarkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan perintah serta menjauhi larangannya. Ketika seseorang berfikir tentang berwirausaha di dalam dirinya sudah terdapat motivasi yang sangat kuat untuk mewujudkan mimpinya. 

Masih bau kencur dah mau nikah, sekolah aja belon kelar

Ada ada aja sekarang ini mengenai nikah, kenapa begitu? Banyak sekarang anak muda yang ingin menikah meskipun usianya masih muda bau kencur. Tapi kenapa sie kalau masih bau kencur nggak boleh nikah? Karena nikah it u bakalan banyak sekali persyaratan dan tanggung jawabnya l ho ? Emang udah siap dan sanggu p dengan segala kewajibanya? Pastinya belum dong? Nikah itu tujuannya untuk ibadah, tapi kalo kamu belum cukup umur dan juga jasmani dan rohani ya nggak usah dari pada semuanya nggak berjalan sesuai apa yang kamu dan pasangan inginkan.