Skip to main content

Memori Arimbi 1


Langit sedikit agak mendung, pagi itu matahari masih enggan menyeka awan yang menghalanginya, lalu lalang orang melintasi jalan serayu, terlihat sebuah gubuk dengan atap rumbia terletak dari jalan agak menjorok ke dalam tepat di samping TPQ tempat anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, itulah Arimbi nama sebuah gubuk tempat nongkrong para pemuda jomblo berkreasi.

Berderet orang berjualan, banyak toko kecil ataupun warung, dari warung makan sampai warung klontong disepanjang jalan serayu kelurahan Kebondalem di kota kecil tempat Mogal menatap masa depan yaitu Pemalang.
Suara dengkuran masih saja terdengar bagaikan gemuruh suara diesel dari dalam gedung TPQ, biasa para bangsawan (bangsane wong tangi awan : bahasa orang Jawa : Kebondalem) sedang menikmati tidurnya setelah begadang semalaman. burung kacer berloncatan sambil berkali kali memamerkan keahliannya dalam mendendangkan lagu khas kacer sesekali mencoba menusuk gendang telinga, namun semua itu tak mampu menggoyahkan posisi mereka dari peraduannya. Yah... begitulah mereka masih bujangan. belum punya tanggungan. juga gak ada yang nunggu di rumah.
Heran juga Mogal, bagaimana mungkin mereka bisa membangun rumah tangga kalau pagi saja belum bangun. bagaimana membangun mindsite positif kalau subuh aja kagak bisa bangun, apalagi lebih luas lagi membangun bangsa, wuiiiiih jauuuh amat. Tetapi ya sudahlah, biar saja mereka menjalani kehidupannya, tak berpengaruh sedikitpun pada rutinitas Mogal dalam melayani banyak orang yang butuh cetak mencetak. Kegiatan rutin ini biasa Mogal kerjakan di Arimbi nama sebuah gubuk di samping TPQ yang dibangun dengan sangat sederhana sekali (S3) disanalah kreatifitas bermunculan demi memuaskan para pelanggan percetakan Arimbi.
Kurang asyik rasanya kalau beraktifitas tanpa alunan music, sehingga tak heran jika Arimbi full music tak kalah dengan odong-odong ataupun kafe, tak ada diskriminasi jenis music, semua masuk dari pop, dangdut, tarling, gambus, hadroh, kecuali lagu rohani gereja, he he maklum mereka kan muslim.
Tetaplah besar matahariku, menangis yang keras janganlah ragu, tinjulah congkaknya dunia buah hatiku doa kami di nadimu”. Itulah lagu favorit Mogal kala itu, syair syair iwan flash yang selalu menggugah semangat untuk menaklukkan kejamnya dunia.
“Assalamu alaikum?”
Waalaikum salam, jawab Mogal, ternyata Ami Jafar datang seperti biasa menawarkan minyak wangi.
Bagaimana kabarnya Gal?”Tanya Ami Jafar
“Alhamdulillah baik dan sehat, ada yang baru?” begitulah Mogal menjawab sambil menanyakan barangkali ada minyak wangi yang baru.
Ada gal, ini minyak blimbing bosok”. Respon kilat dari ami Jafar.
Wah jangan yang bosok dong, pasti gak enak baunya.”
Eiiit, jangan salah, itu hanya nama, kamu kan beli minyak, bukan namanya, coba saja niiih”. Ami Jafar menempelkan botol kecil kehidung Mogal seakan ingin membuktikan hasil penemuan barunya.

Bagaimana?....enak kan baunya? Begitulah ami Jafar sambil menanyakan pendapat Mogal tentang wanginya minyak blimbing bosok.
Iya enak juga siih, tapi aku punya usul, kalau bisa namanya yang keren dong, masa dikasih nama blimbing bosok, bagaimana sih”. Mogal mencoba kasih masukkan.
He he he… itulah gunanya belajar, kamu tahu gak sifat manusia? “
Emang apa ami? Terus kaitannya dengan blimbing bosok…….?”
Manusia adalah makhluk yang punya sifat penasaran dan cenderung melawan, contoh kalau dibilang jangan dibuka! Apa reaksinya? Kemungkinan besar dibuka, dia penasaran emangnya ada apa sih kok gak boleh dibuka. Nah makanya kalau ane kasih nama “ minyak harum semerbak” maka itu sangat biasa, orang juga gak akan tertarik, paling sama dengan yang lain, begitu nanti mereka bilang, justru dengan nama blimbing bosok mereka penasaran kepengin tau bagaimana sih wanginya minyak blimbing bosok?”
“oooh gitu ya, baru ngeh aku”. Kata Mogal
Bagaimana, jadi mau ambil berapa biji?” Tanya ami jafar
Satu saja cukup, kalau aku borong semua ntar ente jarang silaturahmi ke sini.” Kilah Mogal.
Yang lain ada banyak, mungkin mau ambil yang lain juga.” Lanjut Jafar sambil membuka tasnya untuk mencari minyak blimbing bosok pesanan Mogal.
Jafar adalah seorang keturunan arab, orangnya bersahaja, ada banyak hal yang bisa ditiru dari kehidupan jafar, beliau orang yang ulet, bekerja tetapi tidak “ngoyo” atau memaksakan diri. Biasanya jam Sembilan beliau sudah keluar rumah dan kembali lagi saat dhuhur tiba. Menurut penuturan banyak orang tanpa kerjapun sebenarnya beliau sudah ada jatah kiriman berupa uang dari Saudi secara kontinyu, tetapi beliau tidak mau hanya berpangku tangan.
Berapa ami?” Tanya Mogal soal harga minyak yang dipesan tadi.
“Rp. 5000,- gal”, sahut jafar
Baik ini uangnya, pas saja biar gak usah cari kembalian”.
Terima kasih, semoga daganganku hari ini barokah, amin”.
Ya saya doakan mudah-mudah laris manis tanjung kimpul dagangannya habis duitnya ngumpul, terima kasih saya beli ya”. Begitulah kebiasaan Mogal dalam jual beli walaupun nilainya hanya beberapa rupiah saja.
Saya juga jual”, ami jafar menimpali,
Sekalian saja saya pamit karena mau ke pasar pagi”, ami Jafar pun akhirnya pamit dari tempat Mogal berinovasi dan berkreasi.
Suasana kembali menjadi seperti sediakala hanya tape recorder yang menyanyi menemani Mogal beraktifitas, tetapi biasanya sebentar lagi banyak teman-temannya yang datang walau hanya sekedar menemani atau juga kadang ada yang membantu.
Tepat seperti apa yang Mogal sangka, datang seorang dengan sepeda ontel cap zebra atau carok, dia sering dipanggil oleh teman – teman dengan sebutan Ce-er atau pathkae seorang yang sering menemani Mogal dan membantu mengerjakan pesanan.
“assalamu alaikum warohmatullah”
“wa’alaikumus salam warohmatullahi wabarokaatuh waridhwanuh. jawab Mogal.
“ada pesanan apa nich mas?”
“oya ini pesanan kemarin kok, orang mau bikin kaos untuk kostum bola, dan ini baru jadi potongan kaosnya, tinggal dicetak, kebetulan kemaren kelis sudah aku afdruk.” Sambil mengolah dan mencampur cat Mogal pun menjawab pertanyaan Ce-er.
“ada yang perlu aku bantu?” Ce-er mencoba menawarkan diri.
“ya kalau kamu mau, tolong rebusin air dulu, buat bikin kopi, terus itu dilemari kecil pojok dibuka pintunya di dalamnya ada bungkusan kacang dan keripik singkong nanti sekalian dimasukan kedalam toples dekat meja”. Nah inilah kebiasaan kami , kerja sambil ngobrol dan ngopi, rasanya jadi semangat dan enjoy.

Bersambung...........
Dikutip dari :  Buku Tehpoci Gulabatu

Comments

Popular posts from this blog

Techniques to Earn Money with Affiliate Marketing

In today's digital world, there are countless ways to earn money online, and affiliate marketing is one of them. Affiliate marketing is a popular way to earn a commission by promoting other people's or company's products. As an affiliate marketer, you can earn money without creating your own product or service. In this article, we'll discuss some easy techniques to earn money with affiliate marketing. Choose a Niche Choosing the right niche is essential in affiliate marketing. Your niche should be something you are interested in and knowledgeable about. You should also choose a niche with a high demand and low competition. The more targeted your niche, the easier it will be to promote products to your audience. Find an Affiliate Program Once you have chosen your niche, the next step is to find an affiliate program. There are many affiliate programs available online, such as Amazon Associates, Clickbank, and ShareASale. Research the affiliate programs in your...

Motivasi Bisnis Ala Islam Untuk Wirausaha Muda

Muda berprestasi selalu berfikir untuk menjadi seorang wirausaha dengan motivasi yang sangat kuat dalam mewujudkan hal itu. Mendapat motivasi islami dalam berbisnis memang akan memudahkan perkembangan bisnis tersebut. Agama islam selalu mengajarkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan perintah serta menjauhi larangannya. Ketika seseorang berfikir tentang berwirausaha di dalam dirinya sudah terdapat motivasi yang sangat kuat untuk mewujudkan mimpinya. 

Masih bau kencur dah mau nikah, sekolah aja belon kelar

Ada ada aja sekarang ini mengenai nikah, kenapa begitu? Banyak sekarang anak muda yang ingin menikah meskipun usianya masih muda bau kencur. Tapi kenapa sie kalau masih bau kencur nggak boleh nikah? Karena nikah it u bakalan banyak sekali persyaratan dan tanggung jawabnya l ho ? Emang udah siap dan sanggu p dengan segala kewajibanya? Pastinya belum dong? Nikah itu tujuannya untuk ibadah, tapi kalo kamu belum cukup umur dan juga jasmani dan rohani ya nggak usah dari pada semuanya nggak berjalan sesuai apa yang kamu dan pasangan inginkan.