Mendung menggelayut seantero kota Pemalang, sang mentari seakan kalah pamor dengan awan yang berarak membawa air barokah dari langit, maka gerimis pun turun, Pemalang mandi basah, tak sejengkal tanahpun yang dibiarkan kering. Dedaunan menari terkena terpaan ribuan butiran air yang terlihat bagaikan kilau mutiara.
Suasana begitu romantis terutama bagi
pasangan muda mudi yang sedang memadu kasih, jeileee... mungkin gak sih..? he..
he.... yah....begitulah, lebih enak bagi yang udah nikah dong tentunya, nyesel
loh bagi yang belum maried. Makanya nikah sana! Emang apa sih yang bikin banyak
kawula muda lebih suka ngejomblo apalagi yang udah kepala empat. emang ada yang
begitu? Ooo.... jangan tanya. Masih ada loh, mau minta berapa? Sekodipun ada.
He he he... sebenarnya ada banyak kemungkinan kenapa mereka masih betah
menyandang status jomblo. Mungkin mereka menganggap kalau punya istri jadi
rempong kali yaaa, apapun serba diatur gak bisa bebas bagai merpati apalagi
ntar kalau dah punya monik. Atau mungkin mereka memilih yang cuantik, jadi
selama ini belum nemu yang cocok dengan kriterianya kalau itu mah menurutku dianya saja yang gak
pernah ngaca! dan yang paling sering dijadikan alasan klasik selama ini adalah,
kalau saya nikah kelak anak istri mau dikasih makan apa? Sedangkan untuk hidup
sendiri saja masih susah. Nah kalau ini beda lagi, mereka kurang iman! Emang
selama ini yang ngasih makan makhluk di muka bumi ini siapa? Diakah? Tiap orang
punya rejeki masing-masing. Dah gak usah banyak cincong kalau dah cukup umur ya
nikah. kan kita keturunan orang yang nikah, masa sih sama nikah aja kayak mau
menghadapi harimau? KUA dah nunggu tuh,
tenang sekarang biaya nikah cuma Rp. 30.000,- murah kan, mau alasan apalagi,
hayoooo (iklan layanan masyarakat, kalee) He he he kok jadi nglantur ya.
Mau keluar rumah rasanya males banget gitu loh, enakkan
berdua di rumah sama sang mantan pacar atau anaknya mertua atau ibunya
anak-anak atauuuuu....apalagi yah, terserah dech intinya ya istri tercinta.
Duduk berdua di teras rumah ditemani teh poci gula batu
yang hangat sehangat suasana sore itu. Serta panasnya ubi rebus menambah nikmat
dan sempurnanya suasana sore itu. Kebetulan anak lagi main di rumah tantenya,
jadi berduaan dech, ingat waktu dulu belum nikah masih bujang perawan, bawaanya
indah mulu, semua gak ada yang jelek, dompet bokek pun gak masalah kalau dah
ketemu ngobrol sana sini asyik bangeeeet. Dan saat ini memori dulu seakan
kembali lagi datang dengan suasana yang berbeda, tentuya dengan belenggu yang
sudah terbuka. berdua ngobrol menanti magrib tiba.
“ Subhanallah !!! mas lihat gak tuh”. istriku menunjuk ke
arah di mana awan terlihat sangat indah sore itu. Dihiasi lukisan garis
lengkungan yang tersusun rapi dengan warna warni yang begitu memikat hati setiap
insan, gurat wajahnya tergambar kekaguman yang luar biasa.
“Memangnya ada apa sih, heboh banget?” tanyaku pura-pura
tidak tau walaupun sejak tadi akupun sudah terpukau melihat pemandangan itu.
“Itu loh.. pelangi indah banget.” Jawab istriku
“Aku juga lihat, Maha Suci Allah subhanahu wataala yang
telah menciptakan alam ini begitu indah. Tak satupun makhluk di dunia ini yang
sanggup melukis keindahan alam yang begitu menakjubkan.” Akupun menimpali
sambil menikmati seruputan teh yang nikmat, sampai hutangpun seketika seakan
hilang (he... he... ngarep banget).
“Kalau melihat pelangi yang begitu indah, rintik air
hujan yang jatuh dari langit membasahi semua yang ada di permukaan bumi,
syahdunya suasana hati, membuat semakin kecil dan hilang diri kita dihadapan
sang Kholik seniman yang tak tertandingi Maha Karya-Nya, kita bukan siapa-siapa
dan bukan apa-apa. Namun kebanyakan manusia kok merasa lebih pintar, lebih
kaya, lebih segala-galanya, menurut mas penyakit apa yang sedang menggejala
pada hati manusia?” tanya istriku
“Wah pertanyaan berat nich, yang mudah-mudah aja dong,
ntar malah keliru lagi.” Jawabku, sesekali menuang kembali cangkir mungil
dengan air teh panas yang masih redy stock dalam gudang poci (lebay, emang
barang dagangan, he he he).
“Ya mungkin mas pernah mendengar hal itu.” Kata istriku
memancing jawaban yang masih ada di dalam samudra hatiku.
“Yang jelas sampai sekarang syaitan tidak akan pernah
rela kalau anak keturunan Nabi Adam dan Sayidti Hawa enak-enakan masuk syurga,
manusia oleh syaitan dibujuk dan dirayu agar mereka menjadi temannya di neraka
kelak. Manusia gak akan takut jika digoda dengan bentuk mereka yang super
serem, mata keluar, taring yang tajam disebelah sisi kanan dan kiri gigi dengan
darah yang mengucur, ataupun yang serem serem lainnya. Udah gak jamannya takut
sama yang begituan yang ada malah buat lawakan, hantu gak serem lagi hantu itu
lucu. sehingga yang paling paten adalah menggoda hatinya, dengan perasaan yang
seakan benar padahal menjerumuskan. Syaitan menyebarkan virus kedalam hati
manusia, sehingga terjangkit penyakit hati yang sulit disembuhkan. contohnya
sombong, iri, dengki, dongkol, ujub, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Anehnya sang penderita tidak sedikitpun merasakan penyakit itu.” Jawabku
menanggapi istriku yang tiba-tiba menanyakan hal yang tidak biasanya.
“ O... gitu ya, jadi belum tentu yang sholatnya rajin,
ngajinya rajin, para kyai itu terlepas dari syetan? Tapi seneng dong yang jadi
kyai, dia kan pinter pasti bisa mengalahkan syaitan.” Ujar istriku
“ Ya makanya kamu jadi Nyai doong. biar kebal digoda
syaitan. Kamu tau gak, tidak serta merta mereka para alim bisa terbebas dari
bujukan syaitan, begitu mulia nabi Adam tetapi mengapa bisa dibujuk iblis?
Karena konon katanya kalau yang menggoda para alim, maka iblis mendelegasikan
kepada syaitan yang ilmunya lebih tinggi dari si alim. udahlah gak usah
tanya-tanya begituan, kita nikmati suasana syahdu ini mumpung belum maghrib,
yang jelas syaitan tidak akan bisa menggoda kepada seorang yang beriman dan
bersabar.” Jawabku sambil memandang istriku yang melongo dari tadi dengan
mengerutkan dahinya seakan berpikir
keras.
“O ya mas, tetangga kita si Borneo kok gak pernah sholat
ya? Kemaren sempat ketemu sama ibu ibu, ada yang negur sama dia, eh dia malah
jawab yang penting hatinya bu, kata dia begitu.” Lagi-lagi istri melemparkan
pertanyaan kepadaku, gak dijawab malah jadi penasaran, mau dijawab hilang dech
kesempatan buat mesra-mesraan, ya udahlah mau gak mau jawab aja.
“Begini istriku yang
paling cantik dan caem,(idiiih sok romantis buangeet). orang mau sholat
atau tidak itu urusan dia, emang dipikirin. Kalau kita mengingatkan itu memang
sudah sewajarnya, selanjutnya terserah dia. Kok pusing-pusing amat.” Jawabku
sambil menyantap ubi yang telah disediakan bidadariku sejak tadi.Bersambung ......
Dikutip dari : Buku Tehpoci Gulabatu

Comments
Post a Comment